Dari penjelasan definisi
diatas dapat disimpulkan bahwa media pembelajaran
merupakan alat atau bahan yang digunakan dalam kegiatan pembelajaran sebagai
alat komunikasi untuk meningkatkan kualitas pembelajaran dan mencapai tujuan
belajar.[1]
A.
Klasifikasi Media Pembelajaran Berdasarkan Ciri Fisik
Pengklasifikasian media pembelajaran
berdasarkan ciri fisik terbagi atas empat kelompok,
yaitu :
1.
Media
pembelajaran dua dimensi (2D), yaitu media pembelajaran yang tampilannya dapat
diamati dari satu arah pandangan saja berupa panjang dan lebar. Misalnya foto,
grafik, peta, gambar, bagan, papan tulis dan semua jenis media yang dilihat dai
sisi datar saja.
2.
Media
pembelajaran 3 dimensi (3D),yaitu media yang tampilannya dapat diamati dari
arah pandang mana saja yang mempunyai dimensi panjang, lebar dan tinggi.
3.
Media
pandang diam (still picture) yaitu
media pembelajaran yang menggunakan media proyeksi yang hanya menampilkan
gambar diam (tidak bergerak/ statis pada layar).
4.
Media
pandang gerak (motion picture), yaitu
media pembelajaran yang menggunakan media proyeksi yang dapat menampilkan
gambar bergerak dilayar, seperti televisi, film atau video recorder.[1]
B.
Klasifikasi Media Pembelajaran Berdasarkan Para Ahli
Para ahli mengklasifikasikan media
pembelajaran bertujuan untuk membuat pendidikan
menjadi fleksibel dalam menata media selama proses belajar mengajar.[2]
Berdasarkan pengertian media menurut
beberapa ahli, maka klasifikasi media pembelajaran
dapat diuraikan. Berikut ini klasifikasi media pembelajaran menurut beberapa ahli, yaitu :
1.
Leshin,
Pollock & Reigeluth, mengklasifikasikan media pembelajaran kedalam lima
kelompok, yaitu :
a.
Media
manusia, yaitu guru, instruktur, tutor, bermain peran.
b.
Media
cetak, yaitu buku, modul, buku latihan.
c.
Media
visual, yaitu bagan, grafik, peta, gambar.
d.
Media
audio-visual, yaitu film, video, program slide-tape,
dan televisi.
e.
Media
komputer, pengajaran berbasis computer
based ( bantuan komputer).
2.
Gerlach
dan Ely, mengklasifikasikan media berdasarkan ciri-ciri fisiknya kedalam
delapan tipe, yaitu :
a.
Benda
sebenarnya (realita) misalnya orang, peristiwa atau objek tertentu.
b.
Penyajian
verbal berupa kata-kata yan ditampilkan melalui slide, majalah dan papan
tempel.
c.
Penyajian
grafis, yaitu grafik, bagan, diagram, poster, kartun dan karikatur.
d.
Gambar
diam yaitu potret bermacam-macam objek atau kejadian yang dipresentasikan
melalui buku, film rangkai, slide atau majalah.
e.
Gambar
bergerak, yaitu film atau video yang direkam dari objek dan peristiwa
sebenarnya.
f.
Pengajaran
berprogram yaitu informasi yang berisi materi verbal, visual dan audio yang
didesain untuk merangsang respon siswa. Bisa menggunakan bantuan komputer.
g.
Simulasi
: memperagakan atau meniru suatu kejadian atau peristiwa agar mendekati atau
menyerupai kejadian atau keadaan sebenarnya.
3.
Kemp
& Dayton mengklasifiksikan media pembelajaran yaitu sebagai berikut :
a.
Media
cetak berupa buku teks, lembaran penuntun belajar, instruktur, brosur, dan teks
terprogram.
b.
Media
panjang untuk menampilkan bahan belajar atau matri seperti penggunaan papan
tulis, papan magnet, papan bulletin atau pameran.
c.
OHP
dan transparasi yang diproyeksikan berupa bahan visual huruf, lambang, gambar,
untuk ditampilkan melalui alat proyeksi ke sebuah dinding atau layar.
d.
Rekaman
audio tape yaitu materi ajar yang
telah direkam yang dapat diputar secara berulang.
e.
Penyajian
multi-image yaitu media berbasis
visual untuk memberikan hubungan antara isi materi pelajaran dengan dunia nyata
f.
Video
dan film yang diproyeksikan.
g.
Komputer
berupa mesin elektronik yang otomatis melakukan pekerjaan, dapat
mengkombinasikan beberapa bahan atau jenis media, termasuk melakukan
perhitungan sederhana dan rumit.
4.
Arsyad,
mengklasifikasikan media pembelajaran sebagai berikut.
a.
Benda
nyata.
b.
Bahan
non-proyeksi, seperti bahan cetak, papan tulis, diagram, grafik, foto.
c.
Rekaman
audio berasal dari kaset.
d.
Gambar
tak bergerak diproyeksikan, seperti slide,
foto.
e.
Gambar
bergerak diproyesikan seperti film dan video.
f.
Gabungan
media seperti video atau film dengan suara, gambar dengan suara.
C.
Klasifikasi
Media Pembelajaran Berdasarkan Perkembangan Teknologi
Media
pembelajaran berkembang seiring
berkembangnya teknologi. Teknologi tertua yang
digunakan dalam proses pembelajaran
adalah percetakan. Hal ini
didasarkan pada prinsip mekanis. Belakangan,
lahirlah teknologi audiovisual yang menggabungkan penemuan mekanik
dan elektronik untuk tujuan pembelajaran. Teknologi terakhir
yang muncul adalah teknologi mikroprosesor, yang memunculkan
penggunaan komputer dan aktivitas
interaktif.
Berdasarkan perkembangan teknologi tersebut,
media pembelajaran dapat digolongkan menjadi
empat kelompok:
1.
Media
hasil teknologi cetak
Media yang berasal dari teknologi cetak
menghasilkan atau menyampaikan materi melalui proses percetakan mekanis atau
fotografis. Bagian dari media hasil teknologi cetak yaitu teks,grafis, foto dan
lain sebagainya. Materi pengajaran yang banyak digunakan atau dikembangkan
yaitu materi cetak dan visual. Teknologi ini menghasilkan materi dalam bentuk
salinan tercetak. Contohnya yaitu buku, modul, majalah dan lain-lain.
2.
Media
hasil teknologi audio visual
Media yang berasal dari teknologi audio
visual menghasilkan atau menyampaikan materi dengan menggunakan mesin mekanis
dan elektronik untuk menyampaikan pesan audio dan visual. Contoh: proyektor
film, televisi, video dan lain sebagainya.
3.
Media
hasil teknologi berbasis komputer
Media hasil teknologi berbasis komputer
merupakan cara menghasilkan atau menyampaikan materi dengan menggunakan sumber-sumber
yang berbasis mikro prosesor. Berbagai jenis aplikasi yang teknologi berbasis
komputer dalam pengajaran umumnya dikenal dengan sebutan computer-assisted instruction (pengajaran dengan bantuan komputer).
4.
Media
hasil teknologi gabungan
Media hasil teknologi gabungan adalah cara
untuk menghasilkan atau menyampaikan materi yang menggabungkan beberapa bentuk
media yang dikendalikan oleh komputer. Perpaduan beberapa teknologi ini
dianggap teknik yang paling canggih. Contohnya : teleconference, realitas may (virtual
reality).
D.
Manfaat Media Pembelajaran
Penggunaan media pembelajaran dalam
proses pembelajaran dapat membangkitkan
keinginan dan minat baru, membangkitkan motivasi dan semangat belajar, bahkan memberikan pengaruh-pengaruh
psikologis terhadap siswa. Penggunaan
media pembelajaran pada tahap orientasi pembelajaran akan sangat membantu keefektifan proses pembelajaran dan
penyampaian pesan serta isi pada saat itu.
Penggunaan media dalam pembelajaran dapat membantu siswa dalam memberikan pengalaman yang bermakna,
serta mempermudah siswa dalam memahami
sesuatu yang abstrak menjadi lebih konkrit.
Menurut Kemp dan Dayton
dalam Raymond, peran media pembelajaran yakni,
(1) penyampaian pesan pembelajaran dapat lebih memenuhi sekitar; (2) pembelajaran dapat lebih menarik; (3) pembelajaran
menjadi lebih interaktif dengan menerapkan
teori belajar; (4) kualitas pembelajaran dapat ditingkatkan; (5) penggunaan waktu pembelajaran dapat
lebih dipersingkat; (6) proses pembelajaran dapat
berlangsung kapan pun dan di mana pun diperlukan.[3]
Menurut Daryanto media
pembelajaran memiliki manfaat sebagai berikut:[4]
a. Memperjelas pesan agar tidak
terlalu verbalistis.
b. Mengatasi keterbatasan ruang,
waktu, tenaga dan daya indra.
c. Menimbulkan gairah belajar, berinteraksi
secara langsung antara peserta didik dan sumber
belajar.
d. Memungkinkan anak belajar mandiri
sesuai dengan bakat dan kemampuan visual, auditori,
dan kinestetiknya.
e. Memberi rangsangan yang sama, mempersamakan
pengalaman, dan menimbulkan persepsi
yang sama.
Dengan demikian, manfaat
penggunaan media dalam proses pembelajaran yaitu
proses pembelajaran dapat terjadi dalam dua arah sehingga menjadi lebih interaktif, proses pembelajaran menjadi lebih
efisien, proses pembelajaran menjadi lebih menarik, dan tempat
berlangsungnya proses pembelajaran dapat terjadi di mana saja dan kapan saja.
[1]
Anang Silahudi, “Pengenalan kasifikasi, Karakteristik, dan Fungsi Media
Pembelajaran Al-Huda Karang Melati”, Jurnal Idaaratul ‘Ulum , Vol.4, No.2
Desember 2022, hal.165

Tidak ada komentar:
Posting Komentar